SELAMAT DATANG KE BLOG URUSAN ULAMAK PAS KAWASAN TEMERLOH

BLOG YANG MENGHIDANGKAN ARTIKAL AGAMA,ISU - ISU SEMASA DAN KEGIATAN URUSAN ULAMAK

Wednesday, August 12, 2009

ambang ramadan

SAUTUL HAQصوت الحق

PUASA BULAN RAMADHAN

Definisi :Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah Ta 'ala:


" …….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam ...

"(Al-Baqarah: 187),

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka,

Pintu - pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkatan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengkabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. " (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang solih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)

KEUTAMAAN PUASA

1. Dalil :

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:

"Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada bau kesturi."

2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah?

Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah

dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda : "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka puasanya adalah lapar dan dahaga." (HR. Al-Bukhari).

Inti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqarrub kepada Allah Ta'ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram.

Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal-hal yang wajib dan ber-taqarrub dengan hal-hal yang sunat.

Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam solat malam dan puasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah.

Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya. Dikabulkan do'anya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.

3. Syarat mendapat pahala puasa :

Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do'anya.

Orang berpuasa yang berjihad :

Perlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :

    1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.
    2. Jihad pada malam hari dengan shalat malam.

Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung. Lihat Lathaa'iful Ma 'arif, oleh Ibnu Rajab, him. 163,165 dan 183. (HR. Al-Bukhari).

KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta'ala :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183).

Sabda Nabi :

Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadis yang disampaikan oleh Nabi:
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Dan Sabda Nabi :
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:

  1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
  2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta 'ala.

2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.

3. Pada bulan ini disunatkan solat tarawih, yakni solat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi :
"Barangsiapa mendirikan solat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).

4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do'a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :
"Barangsiapa mendirikan solat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan solat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do'a kita.

5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan menyembah berhala yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.

7. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.

Betapa banyak berkat dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal solih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.

Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak solat, atau hanya solat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena solat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi :
"Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat keampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. " (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) "' Lihat kitab An Nasha i'hud Diniyyah, M/S 37 -39”

Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti solat, sedekah, membaca Al-Qur'an, dzikir, do'a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.

Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Tentang keutamaan Ramadhan, Rasulullah bersabda:
'"Aku melihat seorang laki-laki dari umatku termengah-mengah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai hilang dahaga "

(HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).

"Solat lima waktu shalat Jum'at ke solat Jum 'at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. " (HR.Muslim).

Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, muamalahs secara riba, mengambil risywah (makan suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.

Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur'anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya.

5 rahsia utama kecap nikmat ibadat puasa

DR Yusuf Qardhawi dalam kitabnya al-Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahsia utama puasa yang membolehkan kita berasakan kenikmatan dalam ibadat ini.

1. Menguatkan jiwa.

Dalam hidup, kita mendapati ada manusia dikuasai hawa nafsu.

Manusia seperti ini, menuruti apa yang menjadi keinginannya, walaupun ia sesuatu yang batil serta mengganggu dan merugikan orang lain.

Oleh itu, dalam Islam ada perintah memerangi hawa nafsu dengan maksud berusaha untuk menguasainya.

Sekiranya dalam peperangan ini (hawa nafsu) manusia kalah, malapetaka besar akan berlaku. Perkara ini kerana manusia yang kalah itu mengalihkan pengabadiannya daripada Allah kepada hawa nafsu yang cenderung kepada kesesatan.

Allah memerintahkan kita memerhatikan masalah ini dalam firman-Nya”


Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya." (Surah al-Jaathiyah, ayat 23)

2.Mendidik keinginan kea rah kebaikan .

Puasa mendidik seseorang memiliki keinginan kepada kebaikan ,walaupun menghadapi pelbagai rintangan .Puasa yang dikerjakan secara baik akan membuatkan seseorang it uterus mempertahankan keinginan yang baik.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya “Puasa itu sebagai benteng “.

3.Menyihatkan badan.

Di samping kesihatan dan kekuatan rohani , puasa meberikan pengaruh positif terhadap kesihatan jasmani (tubuh dan anggota badan)Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah SAW malah dibuktikan doktor atau ahli perubatan .

4.Mengenal nilai kenikmatan dan bersyukur .

Dalam hidup ini, sebenarnya terlalu banyak kenikmatan diberikan Allah kepada manuisa , tetapi ramai tidak mensyukurinya .

Maka dengan puasa manusia bukan hanya disuruh merenungi kenikmatan diperolehi, malah diminta merenung nikmat Allah kepada kita .

5.Mengingati dan merasakan penderitaan orang lain .

Berlapar dan dahaga memberikan pengalaman bagaimana beratnya penderitaan orang lain .Pengalaman belapar dan haus itu akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam (lebih kurang 12 atau 13 jam), semantara orang lain entah bila berakhir .

Oleh itu , sebagai symbol daripada rasa simpati itu , sebelum Ramdhan berakhir , kita diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah .

Hanya sebahagian syaitan dibelenggu sepanjang Ramadhan .

SAYA terbaca hadis bermaksud.”..pada Ramadan semua pintu syurga terbuka dan semua pintu neraka tertutup.” Apakah yang dimaksudkan dengan sabda Nabi Muhammad SAW ini.
Pada Ramadan semua syaitan dibelenggu, tetapi mengapa pula sepanjang bulan mulia itu ada orang Islam yang tidak berpuasa dan melakukan perkara yang mungkar? Apakah kemaksiatan atau dosa itu tidak ada campur tangan daripada syaitan?

HADIS yang menyatakan bahawa syaitan dibelenggu pada Ramadan adalah hadis sahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis seperti Imam Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibnu Huzaimah.

Daripada Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda bermaksud: “apabila Ramadan tiba, maka pintu syurga akan dibukakan dan pintu neraka akan ditutup serta syaitan akan dibelenggu."

(Riwayat Bukhari dan Muslim )

“Dibukanya pintu syurga dan ditutupnya pintu neraka pada Ramadan...” Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan ada beberapa kemungkinan,

memang benar pintu syurga dibuka selebar-lebarnya pada Ramadan dan pintu neraka ditutup. Sehinggakan tidak ada orang yang dimasukkan ke neraka selama sebulan itu. Inilah yang memberikan semangat kepada hamba Allah untuk memperbanyakkan amal

Kemungkinan kedua, bahawa Allah membuka kesempatan kepada hamba-Nya untuk taat beribadah, yang mana taat itu menjadi penyebab masuk mereka kedalam syurga.

Demikian juga dengan ungkapan ditutupnya pintu neraka. Ia adalah gambaran daripada dipalingkannya hamba Allah daripada keinginan untuk melakukan maksiat, yang mana maksiatlah yang akan membawa mereka ke meraka.

Dengan dipalingkan daripada maksiat, maka seolah-olah pintu neraka Tertutp pada bulan Ramadhan

Mengenai dibelenggunya syaitan, ada beberapa penjelasan daripada ulama mengenai maksud perkataan Rasulullah bahawa syaitan “dibelenggu” pada ramadhan .

Al-Hulaimi berpendapat yang dimaksudkan dengan syaitan di sini adalah syaitan yang suka mencuri berita dari langit yang terjadi pada waktu malam Ramadan. Pada ketika turunnya al-Quran, mereka dihalang melakukan hal itu kerana dengan ˜belenggu itu,maka syaitan tidak mampu melakukannya

Syaitan tidak berleluasa atau sewenang-wenang mengganggu dan merosakkan manusia seperti seperti biasa kerana umat Islam sibuk dengan ibadah berpuasa, bersedekah, membaca al-Quran dan berzikir.

Yang dibelenggu hanya sebahagiannya iaitu syaitan yang membangkang seperti yang dijelaskan dalam hadis daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda: "Pada malam pertama Ramadan, syaitan dibelenggu. Iaitu syaitan yang membangkang. (Riwayat Ibnu Huzaimah, )


Maksud “dibelenggu” adalah ungkapan ketidakan mampu syaitan untuk Menggoda dan menyesatkan manusia.

Jadi mengapa masih ada kemaksiatan pada Ramadan? Bukankah syaitan yang biasa menggoda manusia telah dibelenggu? Berdasarkan pengertian di atas, ulama memberi empat jawapan:

a ,Syaitan dibelenggu bagi mukmin yang melakukan ibadah “puasa “dengan Penuh keikhlasan .

b.Hanya sebahagian syaitan yang dibelenggu, iaitu syaitan yang membangkang Seperti dijelaskan di atas .


c .Ia juga boleh dimaksudkan berkurangnya perbuatan kejahatan atau perilaku maksiat pada Ramadan. Memang masih terjadi, tetapi tidak sebanyak berbanding dengan bulan lain.

d.syaitan dibelenggu, namun ada beberapa perangai manusia yang menyamai syaitan yang menyebabkan masih berlaku perkara maksiat. Kemaksiatan itu timbul kerana runtuhnya sifat mulia manusianya, adat istiadat yang rosak dan lingkungan masyarakat yang sudah fasid . yang dilakukan syaitan dari golongan manusia .

“SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN AL – MUBARAK DAN HARI RAYA AIDIL FITRI “

DARI KETUA DAN SEMUA AJK URUSAN ULAMAK PAS KAWASAN TEMERLOH .

Disediakan oleh :

Ketua Penerangan

Urusan Ulamak Pas Kawasan Temerloh .

Ustaz Zakaria bin Omar 019 -9778975 .

No comments:

Post a Comment